Rabu, 23 Maret 2011

Unsrat Terima 3.500 Mahasiswa Baru

Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado tahun akademik 2011/2012 akan menerima mahasiswa baru sekitar 3.500 sesuai alokasi yang diberikan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), 410 di antaranya calon mahasiswa cerdas namun kurang mampu atau miskin yang biaya studi ditanggung Kemdiknas dan Unsrat.

Dari jumlah itu, 60% akanditerima lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan 40% jalur lokal yang dilakukan Unsrat sendiri.

Rektor Unsrat Prof Dr Donald Rumokoy menjelaskan, dalam jalur SNMPTN akan dilakukan dua jalur, yakni sistem undangan tanpa tes dan jalur tes. Untuk jalur undangan tanpa tes, yakni setiap siswa harus mendaftar lewat sekolahnya, dengan memperlihatkan nilai rapor sejak kelas 1 di SMA, SMK, dan sederajat.


"Jadi, kepala sekolah yang harus membantu menyampaikan nilai, lewat website atau alamat dari Kementerian Pendidikan, dan siswa tinggal memilih fakultas apa yang akan diminati di Unsrat atau di perguruan tinggi lain," ujar Prof Rumokoy didampingi Pembantu Rektor I Bidang Akademik, Prof Dr Ir Jeane Polii-Mandang.

1.763 dari 30 Provinsi

Sementara untuk jalur tes, para calon mahasiswa harus mendaftar untuk melakukan tes, seusai diumumkan mereka yang lulus lewat jalur undangan. Dari jumlah yang mendaftar untuk jalur undangan saat ini sudah mencapai 1.763 siswa dari 30 provinsi. Namun, dari siswa asal Sulut yang mendaftar sudah mencapai 851 siswa, sisanya dari SMU/SMK provinsi lainnya. Untuk Sulut, dari 100 lebih SMA/SMK dan sederajat hanya 18% sekolah yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendaftar.

Sementara penerimaan jalur lokal, kata Rektor Unsrat, akan dilakukan dalam tiga jalur, yakni-jalur penerimaan To-mou Tou (T2), jalur Sumikolah, dan jalur Mapalus. Untuk jalur lokal ini. Unsrat yang akan melakukan tes kepada mereka yang akan kuliah. Namun, jalur T2 itu akan dilihat nilai dan kemampuan siswa selama di SMA. Sumikolah, itu jalur kemitraan, akan dilakukan tes kepada siswa. Sementara, jalur Mapalus, yakni akan menerima mahasiswa sekitar 110 yang cerdas tetapi kurang mampu atau miskin.

"Ini sudah sejak 2009 kami lakukan, dan berhasil. Unsrat akan membiayai mereka yang miskin namun cerdas selama studi Sl. Tahun akademik 2011 ini. Unsrat akan menerima 410 mahasiswa miskin namun cerdas, 300 di antaranya akan dibiayai Kemdiknas selama studi S1. Dan 110 lagi oleh Unsrat," ucapnya.

Mengenai staf pengajar di 11 fakultas yang ada di Unsrat dinilai cukup memadai, yakni sekitar 1.000 lebih, dan sebagian besar sudah S2 dan S3, sehingga hasil atau lulusan Unsrat sangat berkualitas dan siap bersaing di era global ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar